Tasya Kamila
Ayo Minum Susu Setiap Hari
Kamis, 2 Jul 2009 11:06:27
Pdpersi, - Bagi Shafa Tasya Kamila atau yang lebih dikenal dengan nama Tasya, kebiasaan minum susu setiap hari ternyata memberikan manfaat besar. Menurut Tasya, susu dapat melengkapi kebutuhan gizi dari makanan yang dikonsumsi setiap hari.
“Terkadang minum susu pada malam hari supaya dapat tidur nyenyak,” ujar artis perempuan kelahiran Jakarta, 22 Nopember 1992 pada sebuah acara edukasi media di Jakarta, akhir pekan lalu.
Susu segar merupakan salah satu makanan cair yang diperlukan oleh tubuh untuk mendapatkan gizi seimbang. Pasalnya, susu segar mengandung kalsium, protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh.
Terlebih bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan, susu segar sangat dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang anak.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, susu masih tergolong bawang mewah. Tidak mengherankan apabila rendahanya konsumsi susu di Indonesia tidak hanya disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya manfaat susu, namun juga karena mahalnya harga susu di pasaran.
Berdasarkan data internal Tetra Pak Indonesia tahun 2008, konsumsi susu di Indonesia masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara Asia lainnya, yaitu hanya 10 liter per kapita per tahun. Bandingkan dengan Malaysia yang mencapai 30 liter per kapita per tahun dan Vietnam 12 liter per kapita per tahun.
“Indonesia sebenarnya memiliki prospek pengembangan industri sapi perah yang relative besar sebagai negara produsen susu segar,” ujar Direktur Pengolahan Panen Hasil Pertanian Departemen Pertanian, Chairul Rahman.
Chairul mengutip sebuah prediksi menyebutkan, produksi susu segar di Indonesia dapat tumbuh sekitar 7,3 % per tahun. Namun, kenaikan tersebut masih jauh untuk memenuhi kebutuhan konsumsi susu dalam negeri.
Produksi susu nasional hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi susu nasional sebesar 23,45 % atau sebanyak 2,19 kilogram per kapita per tahun. “Kebutuhan sisanya dipenuhi dari impor sebanyak 76,55 % dari total konsumsi susu nasional,” kata dia.
Susu dalam piramida makanan masuk dalam kelompok sumber zat pembangun, menjadi salah satu pilihan makanan seperti sumber zat pembangun lainnya. “Zat gizi yang terkandung dalam susu sapi diantaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalium, kalsium, fosfor, besi, retinol, vitamin B1, dan vitamin C,” dr Ina Hernawati, direktur bina gizi masyarakat Departemen Kesehatan.
Ina Hernawati memaparkan, susu merupakan salah satu sumber protein yang mudah dicerna dan sumber gizi kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan. Susu mengandung zat gizi yang lengkap.
Susu segar dapat diperoleh dari air susu ibu (ASI), susu yang berasal dari kambing, sapi yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar. Kandungan gizinya tidak dikurangi atau ditambah dan belum mendapat perlakukan apapun.
Menurut Ina, susu mengandung protein, vitamin D, vitamin A, zinc, kalsium, fosfor, magnesium untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Sedangkan pada air susu ibu (ASI) terdapat immunoglobulin A untuk kekebalan tubuh.
“Susu juga mengandung asam amino esensial triptofan untuk mengistirahatkan sel sehingga dapat membuat nyenyak tidur,” ujar Ina.
Kandungan asam lemak esensial yang ada pada susu sangat baik untuk kesehatan jantung. Disamping itu, susu mengandung vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, S, E dan K, vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B1, B2, B6, B12, C, dan asam folat.
Namun, susu memiliki kelemahan, yakni mudah rusak akibat mikroba. Susu segar, misalnya, hanya bertahan maksimal 4 jam setelah pemerahan. Untuk memperpanjang daya simpan dan keamanan pangan, susu perlu mendapat perlakuan khusus dengan didinginkan, dipanaskan, serta dipasteurisasi atau disterilkan dan pengemasan yang tidak mudah rusak.
Ina menganjurkan para ibu tetap membeikan ASI sampai bayi berumur 6 bulan. Untuk anak berusia 2 tahun atau lebih dapat diberikan susu segar 2 hingga 3 gelas per hari, disamping makanan keluarga.
”Susu dapat terus diberikan sesuai selera anak hingga mereka remaja, dengan tetap disertai makanan,” tutur dia.
Pada orang dewasa dan lansia dianjurkan minum susu tanpa lemak atau susu skim, susu rendah lemak, dan susu tinggi kalsium, sebanyak 1-2 gelar per hari untuk mencegah osteoporosis. Sebagai pelengkap untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tulang, lakukan olahraga secara teratur atau aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari.
(izn)